Profile

Join date: Sep 24, 2022

About

8 Arsitektur Bangunan Monumental yang Menarik di Indonesia



Melihat bangunan monumental yang menarik di Indonesia tentulah Candi Borobudur dan Candi Prambanan jadi bintangnya. Tetapi, ada banyak bangunan monumental di Indonesia yang menarik selainnya dari jaman Hindu-Buddha. Dalam waktu lebih dari 4 era, jaman penjajahan mencatatkan banyak kreasi arsitektur bangunan yang membuat bertambah dunia arsitektur Indonesia. Beragam kombinasi elemen budaya dari beragam ras, bangsa, dan agama mewarisi arsitektur bangunan monumental yang menarik dan memberikan makna khusus dalam perubahan arsitektur tanah air. Melalui arsitektur bangunan monumental ini, kita bisa pelajari begitu penting dan berartinya riwayat perubahan manusia. Kepandaian dan daya khayalan manusia dalam menampung keperluannya akan ruangan fungsional melahirkan kreasi arsitektur yang hebat. Pengabdian pada kreasi arsitektur itu sudah membuat arsitektur bangunan monumental yang menarik di Indonesia, yang dianggap secara luas, dan tidak rapuh oleh waktu.


1. Candi Borobudur

Candi Borobudur dibangun pada periode Raja Samaratungga dari wangsa Syailendra di tahun 825 M. Wisata Candi Buddha paling besar sedunia yang sudah dianggap UNESCO sebagai salah satunya fenomena dunia ini mempunyai tinggi 42 m, dengan 10 tingkat yang sebagai wakil kamadhatu (manusia yang terlilit udara gairah), rupadathu (manusia yang telah terlepas dari nafsu, tetapi tetap terlilit rupa dan bentuk), dan arupadhatu (manusia yang telah terlepas dari gairah, rupa, dan wujud). Gunadharma, si arsiteknya, dengan detil mencatatkan 2.672 panel relief (yang bila disamakan mempunyai panjang 6 km), yang digambarkan secara runtut sama arah jarum jam. Candi Borobudur dibuat dengan tehnik tinggi, dibuat dari batu kali yang tersusun rapi dengan mekanisme interlock (sama-sama mengamankan keduanya). Sebagai candi Buddha, Borobudur dihias 504 patung Buddha, dengan kubah khusus dikitari 72 patung Buddha yang masing-masing duduk dalam sikap stupa berlubang.


2. Candi Prambanan

Candi Prambanan rekat dengan legenda Roro Jonggrang. Candi yang dikenal juga sebagai kompleks Seribu Candi ini banyak memiliki candi dengan candi khusus dengan tinggi 47 m sebagai ‘tandingan' Candi Borobudur, sebagai pertanda kemasyhuran Hindu dan redupnya jaman kerajaan Buddha di Indonesia. Candi Prambanan dibuat sebagai penyembahan untuk Dewa Siwa, dewa pelebur yang menyatu segala hal yang telah kedaluwarsa dan tidak pantas ada di dunia fana kembali hingga harus dibalikkan ke aslinya. Prambanan berada di tepian Jawa tengah dan Yogyakarta. Candi Prambanan terhitung Situs Peninggalan Dunia UNESCO, dianggap sebagai candi Hindu paling besar di Indonesia, sekalian salah satunya candi paling indah di Asia Tenggara.


3. Gedung Sate

Tidak boleh salah mengerti dan mendefinisikan Gedung Sate sebagai gedung yang seperti sate atau sebuah gedung tempat jual beragam tipe sate. Gedung yang dibuat tahun 1920 ini dikenali sebagai Gedung Sate karena memiliki keunikan yang unik, yakni ornament 6 tusuk sate yang berada di atas menara sentra sebagai pertanda enam juta Gulden yang digunakan untuk pembangunannya. Gedung ini benar-benar populer bukan hanya di kota Bandung saja, tetapi juga populer di Jawa Barat dan Indonesia. Gedung Sate tetap berdiri kuat dan berperan sebagai pusat pemerintah Kota Bandung.


Gedung Sate populer karena arsitekturnya yang istimewa, penuh budaya dan riwayat. Dalam pembangunannya, diperlukan 2.000 karyawan dari beragam etnis, terhitung 150 tukang kayu dan pemahat batu trampil dari Cina.


4. Lawang Sewu

Dengan bahasa jawa, Lawang Sewu maknanya seribu pintu. Memang jumlah pintu bangunan yang dibangun tahun 1907 ini banyak, tetapi tidak capai 1000 pintu. Lawang Sewu berada di samping timur Tugu Muda Semarang, di pojok Jalan Pandanaran dan Jalan Pemuda. Bangunan tiga lantai berarsitektur Belanda ini benar-benar unik, pintunya banyak dan jendela yang paling lebar dan tinggi. Di lantai khusus, di dekat tangga ke arah lantai dua, ada sebuah kaca besar berlukiskan dua wanita Belanda yang paling cantik. Berikut penyebabnya, Lawang Sewu jadi tempat rekreasi eksotis yang paling disukai beragam kelompok.


5. Kelenteng Sam Po Kong

Kelenteng Sam Po Kong dahulu dikenali sebagai Gedung Batu karena memiliki bentuk seperti gua batu besar pada bukit batu. Gedung Batu atau Kedong Batu memiliki arti timbunan batu alam untuk membendung Sungai Kaligarang di era ke-15. Kelenteng ini sebagai petilasan Sam Po Tay Djien atau yang lebih dikenali sebagai Laksamana Cheng Ho dari Cina, dan saat ini lebih digunakan sebagai tempat peringatan dan penyembahan. Kelenteng ini berarsitektur kombinasi budaya lokal dan Cina, dan berada di wilayah Simongan, barat daya Kota Semarang.


6. Pagoda Watugong

Pagoda Avalokitesvara atau umum disebutkan Pagoda Mettakaruna memiliki arti pagoda cinta dan kasih-sayang. Ada di teritori Watugong (disebutkan begitu karena ada batu seperti gong). Vihara Buddhagaya terbagi dalam 5 bangunan dengan 2 bangunan khusus, yakni Pagoda Avalokitesvara dan Vihara Dhammasala yang dibuat di tahun 1955 dengan material yang di-import langsung dari Cina. Ketinggian Pagoda Avalokitesvara 45 m dengan 7 tingkat yang menjadi kecil ke sisi atasnya, dengan arti kesucian yang hendak diraih oleh pertapa sesudah capai tingkat ketujuh atau nibbana. Kombinasi warna merah dan kuning pada pagoda ini sama dengan bangunan ciri khas Tiongkok. Lokasi Museum Sisa Hartaku memiliki ukuran 15x15 mtr. dengan wujud dasar sisi delapan ini ada patung Dewi Kwan Im dengan tinggi 5,1 m dan patung Panglima We Do di seginya. Pada jendela pada tingkat kedua sampai keenam, ada patung Dewi Kwan Im yang menghadap empat pelosok mata angin, sebagai pertanda sinaran welas asih keempat pelosok. Pada bagian pucuk ada stupa untuk simpan relik mutiara Buddha. Tetapi, tidak ada tangga untuk terhubung pucuk pagoda. Keseluruhan patung dalam bangunan yang mendapatkan rekor MURI sebagai pagoda paling tinggi di Indonesia di tahun 2006 ini ada 30 buah.


7. Mushola Istiqlal

Mushola Istiqlal jadi cerminan kebersama-samaan dalam kebhinnekaan dan keberagaman agama di Indonesia. Mushola paling besar di Asia Tenggara dan Asia Timur ini sebagai hasil perancangan Frederich Silaban seorang Protestan. Mushola yang mulai dibuat pada 24 Agustus 1951 dan usai penyelesaiannya pada 22 Februari 1978 ini mempunyai style arsitektur Islam kekinian internasional yang mengaplikasikan beberapa bentuk geometri simpel seperti kubus, persegi, dan kubah bola ukuran raksasa yang dihias beberapa ornament. Kehadiran kubah bola raksasa digunakan untuk memperlihatkan kesan-kesan agung dan bersejarah. Antiknya kubah raksasa dari mushola Istiqlal dibikin dengan ide arsitektur minimalis, dari marmer putih dan baja antikarat (stainless steel) yang memiliki sifat kuat, netral, simpel, dan sesuai cuaca tropis. Selainnya arsitektur islam kekinian dan minimalis, arsitektur Timur tengah diaplikasikan melalui hiasan kaligrafi pada bagian dalam kubah mushola. Kehadiran menara tunggal dengan tinggi keseluruhan 96,66 mtr. membubung di pojok selatan selasar jadikan mushola ini demikian iconic.


8. Gereja Katedral

Bangunan Gereja Katedral Jakarta dengan tinggi 60 m yang istimewa ini mulai dibangun di tahun 1891 untuk gantikan bangunan gereja lama bikinan Belanda yang roboh di tanggal 9 April 1890 jam 10.45 WIB pas tiga hari sesudah perayaan Paskah. Sesudah lewat rangkaian masalah hal pemberian izin dan permodalan, pada akhirnya pada 21 April 1901 Gereja Katedral disahkan bernama "De Kerk van Onze Lieve Vrowe ten Hemelopneming - Gereja Santa Maria Diangkat Ke Surga". Arsitektur neo-gotik jadi ide gedung yang dibuat dengan dana 628.000 gulden hasil penghimpunan dana dari jemaah Indonesia. Beberapa petinggi Belanda saat itu, memandang gereja hasil kreasi Pastor Antonius Dijkmans ini "terlalu kuat" karena susunan gedung dan material yang dipakai betul-betul opsi terbaik.

Claire Russell

More actions